
smansatumatangkuli.sch.id, Lhoksukon – Kepala BPBD Kabupaten Aceh, Drs. Amir Hamzah menjadi pembina upacara di SMAN 1 Matangkuli, Senin (20/01/020).
Dalam amanatnya, Amir Hamzah menjelaskan pentingnga tanggap bencana bagi daerah-daerah yang rawan bencana alam. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD Aceh Utara juga mensosialisasikan gerakan Pelajar Tangguh Bencana (Petana) di SMAN 1 Matangkuli. Gerakan ini merupakan inisiatif kepala BPBD dalam memberikan pemahaman kepada pelajar dalam menghadapi bencana disekitarnya. Langkah ini juga wujud kepedulian pemerintah Aceh Utara melalui BPBD dalam memberikan rasa aman bagi para pelajar ketika terjadi bencana.
“Pelajar wajib menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi penanggulangan bencana bagi masyarakat. Sebelum turun ke masyarakat, maka kita harus memahami dulu itu dan memberikan contoh bagaimana menjadi pelopor tanggap bencana,”jelasnya
Amir Hamzah menjelaskan bahwa bencana itu jangan hanya dipahami seperti bencana alam saja, tetapi menghindari penggunaan Handphone ketika hujan, mengisi ulang baterai handphone juga harus aman, jangan sampai terjadi kebakaran juga bagian dari penanggulan bencana.
SMAN 1 Matangkuli siap menjadi model untuk sekolah aman bencana. Sebagai bentuk komitmen sekolah dalam gerakan Petana, para orang tua, guru, komite sekolah serta masyarakat siap bekerjasama dengan BPBD Aceh Utara dalam pengurangan risiko bencana.
Kepala SMAN 1 Matangkuli, Drs, Ridwan, M.S.M. sangat bersyukur dan berterimakasih kepada BPBD yang bersedia untuk menjadi pembina upacara sekaligus mensosialisasikan tanggap bencana bagi pelajar.
“Ini merupakan kunjungan perdana Kepala BPBD Kabupaten Aceh Utara ke sekolah kami. Saya sebagai pimpinan sekolah sangat berterimakasih dan berharap SMAN 1 Matangkuli dapat menjadi model bagi sekolah tanggap bencana”, jelasnya.
BPBD Aceh Utara menargetkan beri edukasi dan mensosialisaskan petana ke 100 lebih sekolah yang ada di Kabupaten Aceh Utara mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA.
Kunjungan perdana BPBD Aceh Utara dalam gerakan Petana ini, turut dihadiri tim SAR Aceh Utara.
laporan: qusthalani

luar biasa